http://www.lacakindonesia.com


 
 
 
 
 
 
 

 

Philips Menyinari Tugu Monas Tandai Peluncuran ‘Kota Terang Hemat Energi’

Lacakindonesia.com, Jakarta, 1 Agustus 2012

Liputan: Siska Kartika dan Amroni

Royal Philips Electronic berkolaborasi dengan Pemprov DKI meluncurkan program ‘Kota Terang Hemat Energi’ dengan penyalaan landmark ternama di Jakarta yaitu Tugu Monumen Nasional (Monas), ditandai dengan penekanan tombol oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu malam (1/8-2012). Acara tersebut dimeriahkan dengan menampilkan artis-artis ternama Ibukota.

Menurut Robert Fletcher, President Director PT Philips Indonesia, kegiatan ini merupakan komitmen perusahaannya dalam mendukung usaha penghematan energi dengan mempersembahkan sistim pencahayaan yang unik yang dapat memberikan perubahan terhadap cara pandang masyarakat dalam menggunakan dan merasakan efek dari pencahayaan.

“Dengan pengalaman 121 tahun dalam bidang pencahayaan, Philips ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai kota tempat mereka tinggal dengan mengetahui lebih lanjut berbagai kemungkinan dan manfaat dalam penggunaan solusi pencahayaan berbasis LED” ujar Robert.

Sementara itu dalam jumpa pers sore sebelum diluncurkan program ‘Kota Terang Hemat Energi’, Jimmy Juwana, pakar dalam bidang pengembangan berkelanjutan dari Universitas Trisakti mengatakan bahwa secara global, pencahayaan mengkonsumsi lebih dari 15% dari total konsumsi energi. Sedangkan kota dan pemerintahan perkotaan menghadapi berbagai tantangan seperti meningkatnya angka urbanisasi dan krisis energi, dan pada saat bersamaan juga dituntut untuk mampu berhubungan dengan masyarakat penghuni kota sekaligus agar supaya dapat meningkatkan perekonomian. “Itu salah satu alasan pentingnya pemerintah perkotaan akan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas perkotaan dengan solusi yang maju dan berkelanjutan”, jelas Jimmy.

Ditambahkannya, dengan menggunakan pencahayaan berbasis LED (Light Emitting Diode) bisa menghemat hingga 50% dari total konsumsi energi tersebut, dimana jumlahnya sama dengan menghemat EUR 106 Milyar per tahun, atau 555 juta ton karbon dioksida (CO2) per tahunnya. Selain itu solusi pencahayaan berbasis LED juga lebih tahan lama  dengan 15-20 tahun usia pemakaian dan juga ramah lingkungan, ujar Jimmy.

Jimmy memberikan contoh bahwa yang telah mempergunakan pencahayaan LED dari Philips adalah Jembatan Suramadu yang merupakan objek yang mengagumkan dan menambah rasa bangga penduduk Surabaya dan sekitarnya, dan juga Air Mancur di Palembang yang sangat menakjubkan dengan pencahayaan warna-warni LED yang mulai menunjukan pesona, ungkapnya.

Sedangkan menurut Ryan Tirta Yudhistira, Senior Marketing Manager Lighting Philips Indonesia, dengan menggunakan produk Philips LED Colorich PowerCore, memungkinkan untuk melakukan pengendalian dan fokus cahaya dari segi arah dan efek yang diinginkan. Sistim pencahayaan baru tersebut membuat Monas bisa dilihat dari sudut manapun di Jakarta.

“Membuat Monas bersinar di malam hari dengan solusi pencahayaan dari Philips merupakan impian bagi kami. Solusi Teknologi LED dapat mencapai level dan desain tepat untuk bangunan Monas, sekaligus mempertahankan identitas asli bangunan tersebut sebagai simbol sejarah kota Jakarta” jelas Ryan.

Robert menambahkan bahwa Philips meyakini pencahayaan memiliki berbagai potensi. Melalui Kota Terang Hemat Energi kami mentransformasi lingkungan berbagai sektor, baik itu perumahan, kantor, maupun industri, untuk menciptakan pengalaman dan membantu membentuk identitas perkotaan. Melalui pencahayaan, kami ingin membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat” tutup Robert.


< HALAMAN MUKA >


 
 
 
 
 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved