http://www.lacakindonesia.com

 

Laksamana TNI Agus Suhartono

Panglima TNI

 

Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E.

Kapuspen TNI

 

Kol Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc, M.Si, M.A.

Kadispenum Puspen TNI

Panglima TNI Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 14 Pati TNI

Lacakindonesia.com, Jakarta, 5 September 2012

Liputan: Siska Kartika

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 14 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari Pati TNI Angkatan Darat 7 orang, TNI Angkatan Laut 2 orang dan TNI Angkatan Udara 5 orang, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (5/9/2012). Pelaporan kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/1790/VIII/2012 tanggal 30 Agustus 2012 tentang kenaikan Pangkat ke/dalam Golongan Pati TNI.

Para Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat, dari TNI Angkatan Darat yaitu : Mayjen TNI Mohamad Nasir (Danpussenif Kodiklat TNI AD), Mayjen TNI Abdul Chasib (Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Strategi Lemhannas RI), Mayjen TNI M. Nasir Majid (Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI), Mayjen TNI Syafril Mahyudin (Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ilpengtek Lemhannas RI), Mayjen TNI Hartind Asrin (Staf Ahli Bidang Keamanan Kemhan RI), Brigjen TNI Benny Indra Pujihastono (Waaspam Kasad), dan Brigjen TNI George Elnadus Supit (Waasops Kasad).

Dari TNI Angkatan Laut yaitu : Letjen TNI (Mar) Muhammad Alfan Baharudin (Kabasarnas) dan Mayjen TNI Chaidier Patonnory (Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wasantara Lemhannas RI). Sedangkan dari TNI Angkatan Udara yaitu: Marsda TNI Suroso (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI), Marsda TNI B. John D. Sembiring, S.E. (Pa Sahli Tk. III Bid Jahrit Panglima TNI), Marsda TNI Agus Ruchyan Barnas (Deputi Bid. Koordinasi Komunikasi Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam RI), Marsma TNI Zainal Arifin Hs. (Pa Sahli Tk. II Kawasan Aspas Bid. Hubint Panglima TNI) dan Marsma TNI Yadi Indrayadi (Asisten Deputi Koordinasi Strategi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam RI).

Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan, kenaikan pangkat perlu dimaknai sebagai peningkatan amanah dan tugas, yang harus ditunaikan melalui unjuk prestasi yang lebih baik, lebih cerdas dan lebih produktif serta lebih dapat dipertanggungjawabkan kepada organisasi dan negara, serta secara spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.

TNI sebagai institusi negara berada pada lingkaran dinamika kehidupan nasional, yang melingkupi tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Oleh karena itu, TNI harus senantiasa siap siaga melaksanakan tugas penanganan konflik yang terjadi di wilayah nusantara.

Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI menyampaikan penekanan sebagai berikut: Pertama, bangun terus soliditas dan solidaritas, serta kemampuan satuan dan personel guna menjaga dan memelihara kesiapsiagaan, serta kewaspadaan terhadap perkembangan sosial yang terjadi di masyarakal. Kedua,  wujudkan sinergitas internal dan koordinasi serta sinkronisasi antar institusi sesuai tugas, fungsi dan peran masing-masing, sehingga diperoleh kejelasan “Siapa, Berbuat apa, Kapan dan Bagaimana”, dalam setiap penanganan masalah sosial kemasyrakatan. Ketiga, bagi satuan TNI terkait, sususn  data base  titi-titik konflik untuk kepentingan pelaksanaan tugas di seluruh wilayah nusantara dan buat pendalaman terhadap potensi konflik yang mungkin timbul, baik dari aspek sejarah konflik, pihak yang terlibat dan faktor-faktor yang melahirkkan konflik, seiring dengan menguatnya gerakan radikal yang mengemuka beberapa waktu belakangan ini.

Keempat, terkait kasus Sampang dan Solo, jadikan hal tersebut sebagai pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan lingkungan yang terjadi untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai saluran dan ketentuan yang berlaku. Dalam mengambil langkah antisipatif, hendaknya anggota TNI tetap bersikap netral dan tegas, khususnya terhadap aksi anarkisme maupun premanisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional ditengah keberagaman budaya, bangsa dan agama yang dilakukan oleh kelompok oportunis radikal, baik dari dalam negeri, maupun dari luar negeri.  Kelima, hendaknya seluruh jajaran TNI senantiasa merapatkan barisan dan solid dalam satu fungsi komando sebagai wujud pengabdian kepada negara dan bangsa dimana TNI merupakan benteng terakhir tetap tegaknya negeri bernama Indonesia.

Acara pelaporan korps kenaikan pangkat tersebut, antara lain dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan,  Kasum TNI, para Asisten Panglima TNI, Wakapuspen TNI serta segenap Perwira Tinggi di lingkungan TNI.

Sumber: Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc, M.Si, M.A.


< HALAMAN MUKA >

 
 
 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved