http://www.lacakindonesia.com

 

Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

KASAD

TNI AD Gelar ‘Pameran Senjata Andalan’ di Monas

Lacakindonesia.com, Jakarta, 6 Oktober 2012

Liputan: Siska Kartika / Amroni

TNI AD menggelar pameran alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimilikinya, termasuk peralatan tempur andalannya berupa pesawat, tank dan meriam. Acara ini digelar menyambut HUT TNI ke 67 dan terbuka bagi umum. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Sabtu pagi (6/10/2012) di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini hingga 8 Oktober mendatang, dibuka untuk masyarakat umum, tanpa dipungut bayaran alias gratis. Bagi masyarakat dipersilakan untuk melihat-lihat atau pun foto bersama peralatan tempur itu. TNI AD ingin lebih dekat dengan masyarakat.

Alutsista tempur milik TNI AD yang dipamerkan, mulai dari pesawat tempur Bel 412, Bel 205, Bel 105. Ada juga helikopter serang, seperti MI-35P dan Bolcow.

Selain itu ada beberapa alutsista terbaru dari artileri medan (Armed), seperti multiple launcher rocket system (MLRS)/Astros dari Brasil dan Meriam 155 mm/Caesar buatan Perancis. Senjata armed yang lama juga dipamerkan, seperti Meriam 76/Trk buatan Yugoslovakia, Meriam 155/FH 2000 buatan Singapura, dan Meriam 105 AMX.

Untuk senjata kavaleri, TNI AD memamerkan Tank Scorpion, AMX-13, Panser VAB NG buatan Pindad, Panser V 150, dan Panser Anoa. Senjata artileri pertahanan udara yang dipamerkan, yakni Meriam 40 mm L-70, Meriam 23 mm/Giant Bow dari China, Meriam Grom Composite dari Polandia, dan Meriam RBS 70 dari Swedia.

Dalam pameran ini ditampilkan juga berbagai alutsista produksi dalam negeri yang digunakan TNI AD. Misalnya, aneka jenis senjata produksi PT Pindad yakni SS1 dan SS2 yang masing-masing terdiri dari sejumlah varian.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di Monas, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan jumlah anggaran untuk AD senilai Rp14 triliun, TNI AD berencana dengan anggaran sebesar itu, akan digunakan untuk memperkuat dan memperbarui alutsista, dengan membeli sejumlah peralatan persenjataan baru.

Salah satu dari peralatan persenjataan yang ingin dimiliki TNI AD adalah tank Leopard yang akan tiba di Tanah Air sebanyak 44 unit pada November 2012.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan membeli 103 unit tank Leopard, 50 unit tank Marder dan 10 unit tank pendukung guna memperkuat sistem alutsista pertahanan Indonesia.

Sementara itu Kadispen TNI AD Brigjen Sisriadi di Monas, mengatakan seluruh perlengkapan militer yang dimiliki TNI AD kita pamerkan. "Buat masyarakat yang datang, nanti di stand kami juga akan sediakan air minum gratis. Juga buat yang ingin berfoto, kami juga sudah kerjasama dengan juru foto Monas, jadi bisa setengah harga," ujarnya.

Selain itu ada juga panggung musik hiburan di Monas yang disponsori salah satu stasiun TV swasta. Acara ini menyedot ribuan warga. Mereka pun penuh sesak di Monas, mulai yang dari menonton panggung musik sampai yang foto dengan persenjataan TNI.


< HALAMAN MUKA >

 
 
 
 
 
 
 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved