http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

4 Pilar Kebangsaan Abaikan Bahasa Indonesia

Lacakindonesia.com, Jakarta, 29 Oktober 2012

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Sejarahwan Universitas Indonesia JJ Rizal menyayangkan 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) mengabaikan bahasa pemersatu bangsa ini, bahasa Indonesia. Padahal, bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu pertiwi, sejak merdeka bangsa ini tidak boleh melupakan bahasa Indonesia, yang secara tegas termaktub dalam Sumpah Pemuda Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

“Dari setiap dialog 4 pilar, yang diabaikan oleh oleh MPR RI yang bertugas menyosialisasikan 4 pilar bangsa itu, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu tidak masuk ke dalam 4 pilar. Seharusnya, 4 pilar itu ditambah satu, yaitu bahasa Indoensia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Sehingga menjadi 5 pilar bangsa,” tandas Rizal dalam dialektika demokrasi bertajuk “Implementasi Sumpah Pemuda di Era Reformasi" bersama Aziz Syamsuddin (anggota Fraksi Golkar MPR RI/Mantan Ketua KNPI, dan Indra (anggota FPKS MPR RI) di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (29/10/2012).

Bahasa Indonesia tersebut kata Rizal, sangat penting karena sebelum Indonesia merdeka, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa ibu pertiwi sekaligus menjadi bahasa pemersatu bangsa. Oleh karenanya erat kaitannya antara nasionalisme dengan bahasa Indonesia. Tapi, paska reformasi ini yang terjadi malah tumbuh-suburnya kedaerahan dengan bahasa daerah yang khas, yang justru mengancam desintegrasi bangsa. Dengan demikian unsur terpenting dalam memperingati Sumpah Pemuda sekarang ini lanjut Rizal, adalah memasukkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu ke dalam 4 pilar bangsa, di tengah berkembangnya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang khas bersifat ke daerahan, yang justru jauh dari nilai-nilai Sumpah Pemuda itu sendiri.

Yang pasti kata Aziz Syamsuddin, di era reformasi ini bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai ke pemudaan itu ke dalam kehidupan sehari-hari yang langsung bersentuhan dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. “Selain itu bagaimana kita mampu berperang melawan narkoba, korupsi, terorisme dan kejahatan kemanusiaan yang merusak generasi bangsa,” ujarnya.

Karena itu seluruh kekuatan bangsa ini menurut Aziz, harus bersatu dan menjadi pemersatu mengisi kemerdekaan, mewujudkan kesejahteraan dan mempertahankan NKRI. “Kalau bicara kemakmuran bagaimana kekayaan sumber daya alam bangsa ini; baik Migas, pertambangan, pertanian, kekayaan hutan, dan sebagainya itu dikuasai negara dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

Lebih jauh Azis mengatakan, terkait soal capres muda kalau ada yang berkualitas akan kita dukung. Selain itu perlu dukungan media, karena media merupakan ujung tombak perjuangan bangsa yang tidak bisa dilupakan. “Pers ini sangat menentukan,” ungkapnya.

Sementara itu Indra berharap munculnya tokoh muda sebagai capres alternatif, meski sudah banyak tokoh muda yang tertangkap KPK dan masuk penjara. Mengapa? Karena dari kaum muda inilah katanya. ”Kita harapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemudaan dalam berbangsa dan bernegara. Seperti halnya di negara-negara maju,” harapnya.


< HALAMAN MUKA >

 

JJ Rizal

Sejarahwan

 

Aziz Syamsuddin

Anggota Fraksi Golkar MPR RI

 

Indra

Anggota Fraksi PKS MPR RI

 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved