http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Sulit Mencari Pemimpin

Lacakindonesia.com, Jakarta, 5 Nopember 2012

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Sulit mencari sosok pahlawan saat ini. Karena pahlawan berjuang untuk mensejahterakan masyarakat dan membangun bangsa sebagaimana dilakukan pemimpin di masa lalu seperti Presiden Soekarno, Bung Hatta dan J Leimena.

Demikian terangkum dalam dialog pilar negara bertajuk Pahlawan Dulu Dan Sekarang yang menampilkan pembicara Melani Leimena Suharli (Wakil Ketua MPR RI), AM Fatwa (Anggota Kelompok DPD RI) dan Anhar Gonggong (Sejarahwan UI) di Senayan, Jakarta, Senin Siang (5/11/2012).

Menurut Anhar Gonggong, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Pemimpin mesti bisa menguasai lebih dari dirinya serta memberi pencerahan bagi masyarakat.

“Sekarang kita lihat sendiri apakah ada seperti orang yang saya maksudkan tadi. Jangankan mengusai lebih dari dirinya, menguasai diri sendiri saja belum tentu bisa. Jadi yang ada saat ini bukanlah pemimpin melainkan tokoh,” kata Anhar.

Celakanya kata Anhar, banyak calon pemimpin di masa datang yang memiliki masalah di republik ini. Dan jika mereka kelak terpilih jadi presiden, bagaimana mungkin dia memikirkan rakyatnya. Justru rakyat yang memikirkan presidennya.

Dikatakan Anhar, pemimpin di masa lalu benar-benar mengutamakan kepentingan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila. Pemimpin dulu di samping mengusir penjajah juga berjuang melawan kemiskinan. “Pemimpin di masa Soekarno, orang berpendidikan dan tidak korup. Sekarang banyak pemimpin bergelar profesor dan doktor tapi seringkali tersandung kasus koruptor,” paparnya seraya menambahkan, masyarakat hendaknya menilih pemimpin yang bersih dari koruptor agar bangsa ini lebih maju dan kuat.

Sementara itu, AM Fatwa menegaskan, jasa Soekarno dan Soeharto membangun bangsa ini cukup besar. Yang patut ditiru dari kedua pemimpin bangsa ini adalah mereka rela meletakan jabatan untuk menghindari perang saudara. “Bisa saja Soekarno atau Soharto memanfaatkan militer untuk mempertahankan kekuasaannya saat itu, Tapi itu tidak mereka lakukan demi keutuhan bangsa,” tuturnya.

Di sisi lain Melani Leimena mengatakan, pemimpin di era Soekarno banyak yang menenangkan suasana. Jika ada perseteruan di tengah-tengah kelompok masyarakat pemimpin berupaya menenangkan suasana. “Ayah saya dulu gitu. Kalau ada yang agak kacau dia hanya bilang tenang, tenang dan tenang,” ujar puteri Leimena ini. “Sekarang ada pejabat yang malah ngompor-ngompori. Ini kan gak benar,” tambahnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Melani Leimena Suharli

Wakil Ketua MPR RI

 

AM Fatwa

Anggota Kelompok DPD RI

 

Anhar Gonggong

Sejarahwan UI

 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved