http://www.lacakindonesia.com

 

H. Rhoma Irama

Raja Dangdut

 

Rhoma Irama Vogeter Terbaik Pilpres 2014

Lacakindonesia.com, Jakarta, 7 Desember 2012

Liputan: Siska Kartika

Jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang, suhu politik mulai memanas. Partai politik (Parpol) Golkar misalnya, mencalonkan Ketua Umumnya Aburizal Bakrie sebagai calon presiden (Capres). Sementara Raja Dangdut Rhoma Irama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menyatakan mendukungnya. Rhoma vogeter terbaik Pilpres 2014.

Memang libido politik di tanah air mulai hangat. Majunya Rhoma Irama dalam bursa Capres pada Pilpres 2014 turut serta memeriahkan pesta demokrasi tersebut. Dorongan yang memintanya semakin menguat, para tokoh dan organisasi masyarakat mendukung pencalonannya untuk menduduki kursi nomor satu itu. Bahkan dukungan personalitypun datang dari para tokoh diantaranya, Suryadharma Ali, Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, Hidayat Nurwahid, Muhaimin Iskandar memberikan dukungan terhadap Rhoma sebagai Capres Alternarif pada Pilpres 2014 mendatang.

Mencuatnya nama Rhoma Irama menjadi Capres 2014, mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Istajib menyatakan, bahwa majunya Rhoma Irama sebagai Capres merupakan dinamika politik yang baik. Di mana seorang presiden tidak harus seorang jenderal, orang kaya atau sosok yang sudah berpengalaman di birokrasi. “Senimanpun mempunyai hak politik untuk bisa dicalonkan menjadi seorang presiden seperti terjadi pada Ronald Reagan yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kemudian Istajib menegaskan, munculnya Rhoma Irama merupakan informasi politik yang patut menjadi pertimbangan rakyat Indonesia. Pihaknya akan melihat sejauhmana respons masyarakat terhadap pencalonan Rhoma tersebut. Di mana yang menentukan Rhoma Irama menjadi presiden atau tidak nantinya adalah rakyat Indonesia, sehingga kami PPP Jawa Tengah akan mendengarkan dan menyerap aspirasi rakyat Jawa Tengah bila Bang Haji Rhoma Irama menjadi Capres RI. “Ini dinamika politik yang baik di negara demokrasi. Seorang presiden tidak harus militer, birokrat maupun pegawai negeri sipil. Seorang pedagang, petani yang sukses bisa menjadi presiden. Misalnya, Jimmy Carter petani kentang dan kacang yang menjadi Presiden Amerika Serikat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Ketua DPRD Propinsi Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengatakan, bahwa Rhoma Irama mencalonkan diri sebagai Capres pada Pilpres 2014 merupakan hak azazi seseorang di negara demokrasi. Namun, masalah Capres merupakan hal yang sangat kompleks yang harus dilihat dari berbagai asfek. Seseorang yang ingin menyalonkan diri sebagai Bupati, Walikota, Gubernur bahkan Presiden, harus mempunyai jaringan yang luas dari atas sampai ke bawah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuknya. Kemudian lanjut Rukama, menyangkut soal Capres Independent, dia mengibaratkan petinju amatir yang berada di ring tinju professional, terlalu banyak permasalahan sangat kompleks yang harus dihadapinya.

Selain itu, Rukma menjelaskan, persoalan Rhoma Irama mencalonkan dirinya sebagai presiden, merupakan haknya sebagai warganegara. Hal ini menunjukkan munculnya kesadaran anggota masyarakat untuk berani mencalonkan dirinya sebagai presiden dan cermin sebuah negara demokrasi. Dengan demikian, jangan sampai ada yang menghalang-halangi. “Soal nanti terpilih atau tidak sepenuhnya tergantung rakyat yang memilih,” jelasnya seraya mengungkapkan Capres harus memiliki tiga hal, yaitu ideologi, partai dan uang.

Rukma menambahkan, jangan bicara demokrasi jika masih banyak kebodohan, kemiskinan, dan pengangguran. Karena untuk mewujudkan demokrasi di sebuah negara, rakyat harus mendapatkan pendidikan yang memadai sebagai pencerahan dan kesejahteraan yang terpenuhi. “Jangan bandingkan Indonesia dengan Amerika yang demokrasinya telah berumur ratusan tahun. Namun, idealnya negara demokrasi di manapun haruslah dilandasi keterbukaan,” tambahnya.

Begitupun sama halnya disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Sadono. Menurutnya, mengenai partai Islam yang belum terlihat secara terang-terangan mencalonkan jagoannya, karena cara berpikir partai-partai itu mungkin masih memakai pola lama. Di mana PPP misalnya sebagai partai Islam atau yang lainnya masih tidak berani mengambil kesempatan itu. Pertama, masih mengharapkan pemimpin partainya bisa menjadi presiden atau wakil presiden. Sementara keberadaan Rhoma pun bisa dianggap sebagai mengurangi kesempatan itu. Ke dua, karena selama ini partainya tidak bisa menjadi besar, maka menginduklah terus ke partai besar sambil jika mungkin berharap kursi cawapres. “Kalau saya orang partai melihat potensi ini, tidak usah lama-lama untuk mengusungnya. Kapan lagi,” katanya.

Selanjutnya kata politisi Partai Golkar ini, dari kacamata demokrasi, keberanian Rhoma Irama mencalonkan dirinya pada Pilpres 2014, merupakan bukti demokrasi di Indonesia sudah dewasa. Jadi semua orang boleh mencalonkan diri menjadi presiden, tidak ada yang melarang. “Kalau saja ada partai yang berbasiskan Islam mau mengusung isu pencalonan Rhoma Irama, apakah PPP, PKB, maka akan diuntungkan dalam pemilihan legislatif,” terangnya.

Terkait keberanian Rhoma Irama untuk mencalonkan diri sebagai Capres pada Pilpres 2014 mendatang diyakini bisa menjadi momentum yang tepat bagi partai Islam yang selama ini tidak mampu mengusung Capresnya sendiri, karena perolehan pemilihan legislative (Pileg) jauh di bawah persyaratan 15 persen. Hal ini membuat partai Islam hanya mampu kepada partai yang perolehan suaranya melebihi 15 persen. Dorongan berbagai kalangan terhadap Rhoma Irama supaya ikut pencalonan presiden, seharusnya bak gayung bersambut bagi partai Islam, seperti PPP untuk bisa mendongkrak perolehan suara pada pileg mendatang. Apalagi dalam perjalanan politiknya, Rhoma pernah membantu PPP. Partai bakal diuntungkan. Rhoma vogeter terbaik Pilpres 2014. Partai-partai berbasis Islam seharusnya mendukung keinginan Rhoma Irama yang akan maju pada Pilpres 2014 nanti. “Bagaimanapun Rhoma vogeter terbaik Pilpres 2014 bagi partai Islam,” tandas Bambang Sadono.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved