http://www.lacakindonesia.com

 

Hidayat Nur Wahid

Ketua Fraksi PKS.

Seminar Bahas Kasus Daging Sapi

Lacakindonesia.com, Jakarta, 22 Pebruari 2013

Liputan: Siska/Amroni

Pembicara Seminar Nasional bertajuk “Bedah Tuntas Swasembada dan Impor Daging Sapi”

Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Bedah Tuntas Swasembada dan Impor Daging Sapi” bertempat di Ruang Pleno Fraksi PKS, Gedung Nusantara I DPRRI Senayan Jakarta, Jumat (22/2/2012).

Seminar tersebut menampilkan pembicara: Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid (Keynote speech), Hermanto Tanjung (anggota DPR RI Komisi IV), Thomas Sembiring - Ketua Asosiasi Pengusaha Impor Daging Sapi (ASPIDI), Joni Liano – Ketua Asosiasi Peternak (APFINDO), Ichsanuddin Noorsy (Pengamat Eknomi), Fauzi Luthan (Direktur Budidaya Ternak Kementan), Faiz Ahmad (Direktur Industri Makanan Kemenperin), Mudzalifah (Asisten Deputi Pertanian Kemenko), Nasihin Masha (Pemred Republika), dan Partogi Pangaribuan (Kemendag).

Dalam diskusi tersebut, terungkap jika Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 bila diimplementasikan sesuai “Blue Print” yang telah disusun pada tahun 2010, maka kebutuhan daging dalam negeri tidak hanya dapat dipenuhi melainkan kita bisa menjadi eksportir. Untuk itu pemerintah yang harus memberikan dukungan dengan membangun infrastruktur secara terpadu, antara lain, pelabuhan, rumah potong hewan, dan alat transportasi di daerah sentra-sentra ternak ke pusat-pusat permintaan daging sapi.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan pemberlakuan sistim impor yang berlaku saat ini harus diiringi dengan upaya percepatan populasi ternak sapi di dalam negeri. "Pemerintah perlu memberikan insentif kepada daerah-daerah yang memiliki kontribusi di dalam percepatan pencapaian Program Swasembada Sapi 2014" jelas Hidayat Nur Wahid dalam Keynote Speech nya.

Sebagaimana diketahui sentra ternak ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan lokasi konsumen berada di Jakarta. Selain itu, belum adanya dukungan alat transportasi misalnya kereta api dari sentra-sentra produksi ke konsumen. Pemerintah harus mencari solusi terbaik dalam masalah ini, tutur Hidayat.

Sementara itu, Hermanto Tanjung (anggota Komisi IV Fraksi PKS) mengatakan untuk mewujudkan swasembada daging sapi 2014 bukan perkara mudah. Ada berbagai hambatan yang mesti diselesaikan agar swasembada tidak sekadar retorika belaka. “Persoalan produktivitas sapi lokal cukup banyak,” katanya.

Menurut Hermanto, sulitnya mewujudkan swasembada lantaran angka kematian anak sapi (pedet) masih cukup besar. Data yang dimilikinya, angka kematian pedet di sejumlah sentra penghasil sapi mencapai 20 sampai 40 persen.

Kondisi ini diperparah dengan angka kematian induk yang mencapai 10 sampai 20 persen. Belum lagi masalah pemotongan sapi muda dan sapi betina produktif yang jumlahnya 150 sampai 200 ribu ekor pertahun.

Upaya mewujudkan swasembada daging sapi juga terkendala langkanya sapi jantan. Hermanto mengatakan produktifitas sapi belum bersifat tetap lantaran banyak sapi jantan yang dijual dan dipotong.

Saat ini jumlah peternak sapi lokal di Indonesia berkisar 6,1 juta jiwa. Jika satu peternak diasumsikan tiga ekor sapi, maka jumlah populasi sapi adalah 18,3 juta ekor sapi. Jumlah itu masih jauh dari harapan apabila dibandingkan total penduduk yang mencapai 240 juta. “Perbandingan jumlah peternak dan jumlah penduduk sangat tidak rasional,” katanya. Hermanto menyatakan pemerintah harus segera mencari solusi kongkrit agar jumlah peternak sapi bertambah.

Yang juga tak kalah penting, imbuh Hemanto, mobilisasi sapi maupun daging sapi dari daerah penghasil ke pusat konsumsi harus dibenahi. “Perlu dukungan infrastruktur seperti perbaikan sarana transportasi kereta api,” ujarnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Thomas Sembiring

Ketua ASPIDI

 

Joni Liano

Ketua APFINDO

 

Pembicara berfoto bersama

 
 

Copyright @ 2012,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved