http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Pemimpin Nasional, Harus Memiliki Keberanian Dan Wawasan Yang Konprehensif

Lacakindonesia.com, Jakarta, 31 Mei 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

 

Banyaknya nama dalam bursa calon presiden belum mencerminkan keinginan daerah. Di mana untuk menjadi pemimpin nasional, hendaknya harus memiliki cara berpikir yang benar dalam konteks nasional maupun daerah dan memiliki keberanian serta wawasan yang konprehensif untuk memajukan daerah.

 

Menurut Wakil Ketua PAP DPD-RI Abdul Gafar Usman, selain rekam jejak dan pengalaman, calon pemimpin bangsa juga harus memiliki cara berfikir yang benar dalam konteks nasional dan daerah.

 

“Sebagai pemimpin harus memiliki keberanian, mampu memetakan persoalan dengan semboyan 3S, Serap, Sampaikan dan Selesaikan. Pemimpin juga harus melindungi dan memberdayakan daerah. Dengan memudahkan daerah, maka sama dengan memudahkan pusat,” ujar Senator dari Propinsi Riau ini dalam Talk Show DPD-RI Dari Pelosok Negeri “Mencari Format Rekrutmen Kepemimpinan Nasional Yang Pro Daerah” Jumat (31/05/2013) di Pressroom DPD RI, Senayan, Jakarta.

 

Sementara dalam waktu yang sama pandangan Pakar Hukum Tata Negara Magarito Kamis mengatakan, pemilu baik legislative maupun pemilihan presiden merupakan cara mengikatkan diri sebagai bangsa. Konvensi yang diwacanakan oleh partai Demokrat, menurutnya layak diapresiasi.

 

“Konvensi merupakan awal yang bagus untuk menjaring pemimpin yang memiliki kapabilitas. Diharapkan melalui mekanisme tersebut akan hadir calon pemimpin yang memiliki kepala, hati dan rasa untuk daerah,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli, menyampaikan agar calon pemimpin memahami aspirasi daerah. Menurut Rizal Ramli, calon pemimpin harus memahami urgensi dari desentralisasi yang digagas sejak era reformasi. Dengan adanya desentralisasi, diharapkan ada keadilan atas pembagian keuangan pusat dan daerah. Rizal juga mengkritisi mekanisme penjaringan capres yang berkembang saat ini.

 

“Partai penyelenggara konvensi harus fair kepada calon yang terpilih, jangan nanti keputusan terakhir justru elit parpol yang menentukan,” jelasnya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved