http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Konflik Horizontal Terjadi Setelah Pilkada

Lacakindonesia.com, Jakarta, 7 Juni 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

 

Konflik yang kerap kali terjadi usai gelaran Pilkada adalah akibat dari masyarakat yang belum memiliki kecerdasan untuk menentukan pilihannya. Inilah salah satu penyebab konflik tersebut.

 

Banyaknya konflik di daerah setelah penyelenggaraan Pilkada, terus saja menghiasi dinamika politik di Indonesia. Pemandangan ini seakan menjadi kebiasaan di negeri ini. Kondisi itu tentu saja menjadi persolan bagi bangsa dan negara jelang Pemilu 2014.

 

"Karenanya, harus ada upaya komprehensif untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan dalam pesta demokrasi yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia," ujar Agggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdurrachman Lahabato dalam diskusi bertajuk “Meredam Konflik Horizontal di Daerah Dalam Tahun Politik” di Press Room DPD RI, di Jakarta Jumat (7/6/2013).

 

Menurut Abdurachman, konflik yang kerap terjadi usai Pilkada adalah akibat dari rakyat yang belum memiliki kecerdasan dan kedewasaan untuk menentukan pilihannya. Di mana kemudian menghormati pilihan orang lain.

 

"Berbagai konflik yang terjadi di daerah setelah berlangsungnya Pilkada, merupakan akibat dari belum adanya kecerdasan dan kedewasaan masyarakat sebagai pemilih," katanya.

 

Senator asal Provinsi Maluku Utara ini menanbahkan, jika masyarakat memilih karena ada harapan akan perubahan, mereka tidak akan terbelah oleh suku, agama, dan perbedaan budaya, seperti halnya Barack Obama yang terpilih di Amerika Serikat.

 

"Oleh karena itu, harus ada institusi yang memainkan peran mempersiapkan rakyat, sehingga memiliki kesiapan untuk kapan saja dan di mana saja diselenggarakan pesta demokrasi itu," tandasnya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved