http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Pendekatan Kebudayaan Dapat Selesaikan Konflik

Lacakindonesia.com, Jakarta, 10 Juni 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Penegakan hukum yang baik sangat dibutuhkan dalam kehidupan bernegara. Namun bukan juga satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan konflik yang muncul akibat intoleransi. Sementara pendekatan kebudayaan merupakan hal penting untuk menyelesaikan konflik tersebut.

"Masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, sehingga kebudayaan memiliki pijakan yang kuat di luar ketentuan legal formal," ujar Wakil Ketua MPR-RI, Lukman Hakim Saifuddin dalam Dialog Empat Pilar bertajuk “Toleransi Umat Beragama” di Gedung Perpustakaan MPR-RI Jakarta, Senin (10/06/2013).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, pendekatan kebudayaan, bisa berbentuk saling mengunjungi antar umat beragama, dan menjaga hubungan personal antar tokoh-tokoh masyarakat. Hal ini terkadang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah yang bermula dari kesalahpahaman. Ditambah lagi peran aktif daricivil society dalam mencegah dan atau mengatasi konflik sosial di era demokratisasi seperti sekarang dapat mencegah konflik tersebut.

"Semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka akan semakin kecil intervensi negara, sehingga negara memiliki porsi tertentu dalam menangani permasalahan," katanya.

Begitu juga sama halnya disampaikan Sosiologi Universitas Indonesia (UI) Yudi Latief. Menurutnya, konflik di negara multikultural bisa diselesaikan dengan hadirnya orang atau institusi yang bertindak sebagai essential outsider.

"Berdasarkan studi-studi Antropologi, diketahui bahwa di dalam masyarakat multikultural dengan begitu banyak suku, budaya, dan agama, konflik-konflik yang ada biasanya bisa diselesaikan dengan hadirnya essential outsider yaitu orang atau institusi yang mampu merangkul semua perbedaan," tukasnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved