http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

RUU Komcad Belum Dibutuhkan

Lacakindonesia.com, Jakarta, 11 Juni 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara (Komcad) sedang dibahas di Komisi I DPR-RI. Namun mendapat sorotan dari anggota Komisi I itu sendiri. Pasalnya, anggota tersebut menilai RUU Komcad belum terlalu dibutuhkan di Indonesia.

"RUU Komcad ini memang belum sempurna dan belum terlalu mendesak. Kalau kita membangun suatu sistem pertahanan, seharusnya komponen yang utama harus diperkuat terlebih dahulu," kata Sidarto Danusubroto Anggota Komisi I DPR-RI FPDIP dalam Forum Legislasi di Ruang Wartawan DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (11/6/2013).

Kondisi yang ada saat ini, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, kelengkapan alutsista yang seharusnya dipenuhi, ternyata baru sekitar 28 persen dari batas minimum, dan tahun depan dperkirakan naik menjadi 38 hingga 40 persen. "Kenapa anggaran yang disediakan untuk Komcad, tidak dipergunakan untuk memperkuat komponen utama yang baru mencapai sepertiga dari batas minimum, jelas Sidarto.

"Kemudian, kenapa kita mencoba membangun Komcad yang arahnya pada perang tradisional yang belum terpetakan. Sementara perang modern itu mengedepankan teknologi," tambahnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini mengatakan, yang menjadi sorotan, pada Pasal 8 disebutkan bahwa golongan yang diwajibkan ambil bagian dalam Komcad adalah pegawai negeri sipil, pekerja, atau buruh.

"Menurut pasal 8, yang wajib kena Komcad adalah PNS, pekerja, dan buruh. Apabila menolak, golongan itu diancam hukuman kurun selama satu tahun yang diatur dalam pasal 38. Lalu, bagaimana dengan pengusaha, anggota DPR, pengacara, dokter yang tidak masuk dalam ketiga golongan tersebut, tandasnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved