http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Peran Keluarga Penting Untuk Sosialisasi Empat Pilar

Lacakindonesia.com, Jakarta, 24 Juni 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Sosialisasi nilai-nilai empat pilar berbangsa dan bernegara kepada anak-anak dapat dilakukan keluarga. Di mana peran keluarga sangat penting untuk mensosialisasikannya.

"Keluarga sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai empat pilar. Misalnya membiasakan dengan musyawarah untuk mengambil keputusan, dan sebagainya," ujar Melani Suharli, Wakil Ketua MPR-RI saat Dialog Empat Pilar Negara bertajuk “Peran Perempuan Dalam Aplikasi Empat Pilar Melalui Keluarga” yang diselenggarakan MPR-RI di Senayan Jakarta, Senin (24/6/2013).

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Seto Muladi Pemerhati Anak dan Ully Harry Rusady Penggiat Anak.

Menurut Melani, peran keluarga khususnya ibu menjadi sangat dominan, karena ibulah orang pertama yang mendidik anak. Dia menjelaskan bagaimana keluarga khususnya ibu-ibu mengenalkan Empat Pilar sambil bermain.

"Misalnya saja mengajarkan menyanyi lagu Indonesia Raya. Kemudian bagaimana anak-anak PAUD bisa saling menghargai perbedaan dan toleransi antar umat beragama dengan bermain bersama," katanya.

Senada disampaikan Pemerhati Anak, Seto Muladi menjelaskan, untuk anak-anak yang penting adalah bagaimana menyederhanakan bahasa dalam sosialisasi Empat Pilar, agar tidak bingung. "Yang penting contoh keteladanan. Dan contoh keteladanan yang termudah itu dalam keluarga," jelasnya.

Seto menambahkan, keteladanan dalam keluarga bisa dimulai dengan stop kekerasan di anak-anak dan jangan ada bentakan atau marah-marah. Selain itu kata Kak Seto, terkadang orang tua tanpa sadar memaksakan keinginan dan cita-cita orang tua yang dipaksakan ke anak-anak, sedangkan anak punya cita-cita lain.

"Saat ini ada pemahaman yang keliru bahwa mendidik itu harus dengan bentakan, marah. Itu salah," imbuhnya.

Sementara itu, Penggiat Anak Ully Harry Rusady mengatakan, saat ini banyak ibu tanpa sadar memarahi anak-anak dan itu justru membuat anak stres. Dan ketika seorang ibu memarahi anak, justru membuat anak kehilangan kesempatan. Oleh sebab, stop kekerasan mulai dalam lingkungan keluarga.

"Keluarga menjadi kekuatan terbesar bagi persatuan dan kesatuan negara. Keluarga menjadi perekat bangsa," katanya.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved