http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Timing Kenaikan BBM Tidak Tepat

Lacakindonesia.com, Jakarta, 3 Juli 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak bagi perekonomian rakyat. Di mana kenaikan tersebut dinilai timingnya tidak tepat. Apalagi menjelang bulan Ramadhan.

Penetapan kenaikan harga BBM oleh Pemerintah dan DPR jelas berdampak bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, dengan kenaikan BBM tersebut membuat semua harga-harga naik menjulang tinggi. Apalagi kenaikan BBM itu menjelang bulan Ramadhan tentu tidak terelakkan lagi. Diharapkan kepada pemerintah harus mengontrol kenaikan harga dilapangan.

“Memang pemerintah menaikan harga BMM, timingnya tidak tepat,” ujar Rizal Ramli Mantan Menteri Perekonomian saat dialog kenegaraan bertajuk “Meredam Gejolak Harga Sembako Jelang Ramadhan” di gedung DPD-RI Jakarta, Selasa (3/7/2013). Dalam dialog tersebut sebagai pembicara Juniawati T Masjchun Senator Dari Provinsi Jambi dan Ilyani Sudrajat dari YLKI.

Menurut Rizal Ramli, banyak cara untuk tidak menaikkan harga BBM. Misalnya, dapat mengurangi biaya produksi maupun cosh yang besar dalam mengurus BBM tersebut. Rizal menambahkan, untuk meredam kenaikan harga harga itu, dia mendatangi KPPU untuk meminta mereka lebih pro aktif melakukan pengontrolan cosh rider di lapangan.

Selain itu juga mendatangi Kementrian Perdagangan yang menerapkan sistem kuota harus dirubah menjadi sistem tarif yang dapat membuat harga-harga menjadi turun. Namun di sini nampaknya pemerintah tidak berani melaksanakan sistem tarif ini.

“Kalau pemerintah mau melakukan sistem tarif, harga dapat turun dengan waktu hanya dua minggu, “ katanya.

Sementara Anggota Senator dari Propinsi Jambi, Juniwati T. Masjchun menilai, dengan menaikan harga BBM, nampaknya pemerintah kelihatannya seperti kebakaran jenggot. Dan sangat disayangkan mengapa pemerintah dan DPR menaikan BBM menjelang bulan Ramadhan yang membuat harga-harga bahan pokok relatif menjadi tinggi.

“Pemerintah harus dapat melihat penderitaan rakyat, karena di mana-mana rakyat sudah menjerit terhadap kenaikan harga-harga bahan pokok,” katanya.

Begitupun sama halnya disampaikan Ilyani Sudrajat dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Dia mengatakan, untuk meredam kenaikan harga bahan pokok jelang bulan Ramadhan dapat menggunakan empat instrumen, yaitu Instrumen Regulasi, Kelembagaan dan Pengendalian Harga Dilapangan serta Penegakkan Hukum. Namun, ke empat instrumen ini harus berjalan dengan baik, dan sesuai dengan fungsi masing-masing agar pemerintah dapat mengontrol kenaikan harga-harga di lapangan.

“Akan tetapi jika ke empat instrumen tersebut tidak ada, maka pemerintah akan sulit dapat mengontrol kenaikan harga-harga dilapangan,” terangnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved