http://www.lacakindonesia.com

 

Drs. Samsudi, MM.

Dirjen Rehsos Kemsos

 

Peran Media Bagi Ditjen Rehsos

Lacakindonesia.com, Jakarta, 19 Juli 2013

Liputan: Siska Kartika / Amroni

Dirjen Rehsos Kemsos, Drs. Samsudi, MM (No.3 dari kiri), didampingi jajarannya, Dir Pelayanan Sosial Lanjut Usia, Dir Kesejahteraan Sosial Anak, Dir Rehabilitasi Sosial Orang dengan Kecacatan, Dir Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial, Dir Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA, memberikan penjelasan pada wartawan saat buka bersama, Jumat (19/7/2013) di Hotel Jayakarta, Jakarta Pusat.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Ditjen Rehsos Kemsos), telah banyak melakukan penanganan masalah-masalah sosial, yang bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera.

Hal tersebut diungkap dalam Jumpa Pers dan buka bersama (Buber) dengan wartawan, dengan tema “Optimalisasi Kinerja Peliputan dan Publikasi Program Ditjen Rehsos Kemsos Tahun 2013”, Jumat (19/7/2013) bertempat di Hotel Jayakarta, Jakarta Pusat.

Beberapa kebijakan dan program yang telah dilaksanakan antara lain, program kesejahteran sosial anak, asistensi sosial ODK berat, asistensi sosial lanjut usia terlantar, program institusi penerima wajib lapor (IPWL), program menangani para gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan eks narapidana, program orang dengan HIV dan Aids (ODHA).

Program yang diberikan pada penyandang tuna sosial ini adalah stimulan dana usaha ekonomi produktif, maupun mensuport dana dan memberikan bimbingan pada Lembaga Kesejahteraan Sosial yang menangani tuna sosial.

Pelaksanaan program Ditjen Rehabilitasi Sosial yang didukung oleh unit pelaksana teknis yang tersebar di 17 Provinsi seringkali keberadaannya kurang diketahui dan dirasakan oleh masyarakat luas, karena kurang gencarnya publikasi media massa.

Sangat dikeluhkan, bila yang ditonjolkan dalam pemberitaan media cenderung menyudutkan peran pemerintah, seperti salah dalam penentuan target sasaran, bantuan yang diterima tidak sesuai dengan anggaran yang diusulkan, adanya tumpang tindih program bantuan, target lokasi bantuan yang tidak merata dan sebagainya.

Untuk mencapai sasaran yang diharapkan sesuai dengan program kegiatan, maka diperlukan terjalinnya kerjasama yang baik antara Humas dengan awak media, baik media cetak maupun elektronika.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved