http://www.lacakindonesia.com

 

Dugaan Korupsi  Rp 55 Miliar  Kejati Sita Empat Kardus Dokumen  di  Kantor Surveyor Indonesia

Lacakindonesia.com, Jakarta, 25 Juli 2013

Liputan: Arif

Kantor Perusahaan Negara (BUMN) PT Surveyor Indonesia (SI), dikejutkan dengan kedatangan penegak hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kamis sore (25/7/2013).

Betapa tidak, saat digeledah Kejati DKI, Kantor yang berkedudukan di Jalan Gatot Subroto Kav 56 Jakarta, tak satu pun direksi berada di tempat. Pengeledahan Kantor SI terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp 55 miliar atas proyek pemetaan dan pendataan sekolah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2010-2011.

Kejati berhasil menyita empat kardus dokumen dari kantor SI. Penggeledahan yang dilakukan sembilan jaksa itu berlansung mulai pukul 16.00 sampai 21.00 Wib, Kamis (25/7/2013) itu dipimpin Jaksa Kejati, Syarif yang didampingi Kepala Bagian Hukum SI Risma Sondang Sitorus.

Menanggapi aksi penggeledahan tersebut, Ketua Serikat Pegawai SI (SPASI) Irman Bustaman menilainya aneh. Pasalnya, semua direksi SI keluar kota.

Saat penggeledahan berlangsung, Dirut SI Muhammad Arief Zainuddin berada di Yogyakarta, dan Direktur Operasi Bambang Isworo berada di Surabaya. Masing-masing pulang kampung.

Padahal, berdasarkan aturan perusahaan atau kebiasaaan di BUMN, kata dia, tidak boleh direksi kosong di perusahaan. Yang mengherankan lagi, pejabat Divisi Dukungan Operasi (DDO) Surveyor tenang-tenang saja.

"Kepala divisi DDO, Yusuf dan kepala bagian DDO Marsahala Hutapea tampaknya diam saja saat digelar penggeledahan," katanya.

Padahal, menurut Ketua SPASI itu, DDO adalah divisi yang mengambil alih fungsi keuangan dan pengadaan yang tidak lazim di perusahaan milik BUMN lainnya. Penggeledahan dilakukan di lantai 9, ruang direksi, lantai 8 ruang kepala divisi keuangan yang dijabat Abubakar yang kini telah ditetapkan sebagai saksi.

Pengeledahan juga dilakukan di lantai 4 dn 6 ruang yang dijabat Yogi pimpinan proyek Kemendiknas yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Senin (22/7/2013), pengurus SPASI melaporkan Direktur Utama PT Survei Indonesia, Muhammad Arief Zainudin ke Polda Metro Jaya, terkait mutasi dan demosi yang diduga dilatarbelakangi kritikan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan pimpinan perusahaan.

"Kami menduga mutasi itu melanggar undang-undang serikat pekerja, sehingga pengurus serikat pekerja melaporkan Dirut PT Survei Indonesia," kata Ketua Serikat Pegawai Surveyor Indonesia, Irman Bustaman.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/2497/VII/2013/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 22 Juli 2013, Pengurus Serikat Pekerja Surveyor Indonesia melaporkan Arief melanggar Pasal 28 huruf (a) juncto Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang serikat kerja.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved