http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Ridwan Saidi: Pergantian Nama Jalan Medan Merdeka, Dapat Hilangkan Nilai Sejarah

Lacakindonesia.com, Jakarta, 11 September 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Usulan Gubernur DKI Jaya, Joko Widodo (Jokowi) akan merubah nama Jalan Medan Merdeka menimbulkan pro dan kontra. Di mana usulan tersebut dinilai dapat merubah historis atau sejarah nama jalan itu.

Kontroversi perubahan nama Jalan Medan Merdeka terus berlanjut. Salah satunya, Budayawan Ridwan Saidi menolak perubahan nama Jalan tersebut. Menurutnya, nama Jalan Medan Merdeka harus dipertahankan, tidak boleh diacak-acak oleh luar Jakarta.

"Bila berani mengubah, siap-siap saja berhadapan dengan spiritualisme warga Jakarta. Ini soal menghormati peradaban kami,“ ujar Budayawan Ridwan Saidi saat dialog kenegaraan bertajuk “Usulan Pergantian Nama Jalan Medan Merdeka” di Press Room DPD-RI, Jakarta, Rabu (11/09/2013).

Hadir sebagai pembicara, AM. Fatwa Senator dari Jakarta dan Sejarawan Asvi Warman Adam.

Menurut Ridwan Saidi, peradapan warga Betawi perlu dipertahankan. Masalahnya, nama Jalan Medan Merdeka mempunyai nilai historis atau sejarah sehingga tidak dapat dirubah begitu saja.

“Kalau nama Jalan Medan Merdeka dirubah, dapat menghilangkan histori jalan tersebut,” katanya.

Sementara menurut Senator dari DKI Jakarta, AM Fatwa mengatakan, usulan nama Jalan Medan Merdeka dirubah menjadi Jalan Soekarno dan Hatta mencakup Jalan Medan Merdeka Utara dan Selatan. Sementara Jalan Medan Merdeka Barat dan Timur diusulkan menjadi Jalan Soeharto dan Ali Sadikin, sehingga menimbulkan pro dan kontra karena timbulnya nama Jalan Soeharto.

“Saya berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat mengambil alih pro dan kontra tersebut,” kata Senator yang melawan kebijakan pemerintah di zaman Soeharto ini.

Senator dari DKI Jakarta ini menambahkan, kendati Soeharto di masa kepemimpinannya telah berbuat catatan merah dalam perjalanan bangsa Indonesia, namun sudah diberi amnesti oleh pemerintah.

Diakuinya, bersama panitia 17, mengusulkan adanya jalan Soeharto dan Ali Sadikin untuk menggantikan nama Jalan Medan Merdeka Barat dan Timur.

Sedangkan menurut Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan, polemik pergantian nama jalan Merdeka menimbulkan banyak hujatan dan caci maki, ketika muncul nama Soeharto.

Menurutnya selama masih ada kontroversi keras, sebaiknya nama Soeharto dibatalkan menjadi nama jalan dan pahlawan nasional.

“Saya mendukung penggunaan nama Soekarno dan Hatta untuk jalan Merdeka Utara dan Selatan dalam rangka rehabilitasi. Tapi kalau nama Soeharto tidak disetujui,“ ujarnya.

Asvi menambahkan, kalau jalan-jalan protokol dan strategis di DKI Jakarta sudah banyak “direbut” oleh kalangan Militer pada masa lalu, maka diharapkan ada penamaan jalan yang belum menggunakan nama dari kalangan militer/TNI.

Dia berharap, ada penamaan jalan-jalan kepada tokoh-tokoh nasional. Masih ada jalan yang bisa diambil untuk menjaga keutuhan bangsa seperti Safrudin Prawiranegara, M. Natsir, Ignatius Joseph (IJ), Kasimo (Partai Katolik), dan lainnya.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved