http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Lembaga Survey Harus Berani Umumkan Siapa Penyandang Dana

Lacakindonesia.com, Jakarta, 4 Nopember 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Lembaga survey Politik harus berani mengumumkan siapa penyandang dana dari hasil penelitiannya. Pasalnya, ini adalah bagian dari kode etik lembaga, agar masyarakat dapat mengetahui secara transparan dan terbuka.

“Sebuah lembaga survey harus memiliki beberapa kriteria. Pertama, hasil penelitiannya bisa dipertanggungjawabkan, kedua-tidak asal-asalan dan ketiga mengumumkan ke publik siapa penyandang dananya,” ujar Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor dalam diskusi bertajuk “Etika dan Distorsi Lembaga Survey di Pemilu” di Gedung MPR-RI Jakarta, Senin,(4/11/2013).

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Wahidin Ismail Pimpinan Tim Kerja Sosialisasi MPR-RI dan Anggota Panwas RUU Pemilu DPR-RI, Agus Purnomo.

Menurut Firman, hasil survey maupun poling-poling untuk diketahui oleh masyarakat, bukanlah sesuatu yang menakutkan, apalagi harus dicurigai. Hasil ini merupakan kegiatan akademis yang logis. “Hasil survey banyak manfaatnya, bahkan bisa mendewasakan masyarakat,” katanya.

Firman menambahkan, terkait adanya upaya pengaturan terhadap survey, tidak perlu pemerintah mengatur-atur soal survey tersebut, walau saat ini ada kecenderungan dan trend untuk memanfaatkan hasil survey, karena disisi lain lembaga survey juga sebenarnya tidak bisa mempengaruhi masyarakat. Misalnya saja, pada pemilu 1999 dari beberapa survey PAN masuk dalam tiga besar partai pemenang pemilu dan PKB tidak masuk. Tapi justru malah PKB yang masuk tiga besar.

“Hasilnya, ternyata PKB malah yang tercantum dalam tiga besar. Inilah kendala dari lembaga survey dalam hal metodologi,” jelasnya.

Selain itu lanjut Firman, polling atau survey itu merupakan wilayah civil society. Sehingga biarkan saja lembaga survey berkembang secara alamiah.

“Biarkan saja pasar yang menilai lembaga survey. Yang penting lembaga itu terus memperbaharui metodologinya dan bertanggungjawab,” tandasnya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved