http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Pemilih Cerdas Waspadai Caleg Keturunan Koruptor

Lacakindonesia.com, Jakarta, 20 Nopember 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Keterangan gambar:

Ketua Komite I DPD RI dari Prov. Sumatera Barat, Alirman Sori (kanan), Pakar Komunikasi Politik, Lely Arrianie Napitupulu (tengah) dan Direktur LIMA Ray Rangkuti (kiri), sebagai pembicara Dialog Kenegaraan di DPD RI dengan tema: ”Pendidikan Politik, Pemilih Cerdas” Rabu (20/11) di Gedung DPD Senayan, Jakarta.

Komunikasi politik menjadi proses yang tak pernah berhenti. Tapi, proses ini akan selesai sampai caleg itu terpilih. Sehingga diharapkan pada pemilih cerdas dalam Pemilu 2014 mendatang dapat memilih caleg yang cerdas juga, termasuk mewaspadai keturunan koruptor.

“Sebaiknya jangan pilih caleg keturunan koruptor, karena caleg seperti itu sangat lebih sadis dari teroris,” ujar Pakar Komunikasi Politik, Lely Arriane Napitupulu dalam Dialog Kenegaraan bertajuk “Pendidikan Politik, Pemilih Cerdas” di Gedung DPD RI Jakarta, Rabu, (20/11/2013). Dalam perhelatan tersebut menghadirkan pembicara, Ketua Komite I DPD-RI Alirman Sori dari Provinsi Sumatera Barat dan Direktur LIMA, Ray Rangkuti.

Menurut Lely, kencenderungan seorang caleg bisa dilihat, berapa banyak badut-badut politik yang kemudian tampil, lalu bicara seenaknya sendiri dan perilakunya juga berubah menjadi sombong ke publik ketika caleg itu lolos ke DPR dan DPD.

“Mereka tampil menjadi orang kaya baru (OKB) atau orang populer baru (OPB). Kemana-mana menggunakan PIN, bahkan plat nopol pakai lambang DPR untuk ke sawah-sawah,“ katanya.

Doktor Lulusan Unpad ini menambahkan, tak hanya itu malah badut-badut politik itu tidak menampilkan kesantunan dan etika politik di masyarakat. Sementara setiap tahun itu tahun politik, dan setelah habis masa waktunya, mereka berbaik hati kepada rakyat, agar memilih mereka kembali.

“Inilah pentingnya etika dan kesantunan politik harus menjadi barang yang perlu dipersiapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komite I DPD RI, Alirman Sori mengatakan, untuk menjadikan pemilih cerdas dan caleg cerdas, maka harus sama-sama equal. Yang jadi masalah sekarang ini parpol gagal menjadi sumber rekrutmen pemimpin, sehingga sulit mencari pemimpin sesuai harapan rakyat.

“Saat ini tak ada gunanya mengharapkan pemilih cerdas, jika yang dipilih ternyata tidak cerdas,” katanya

Selain itu, Alirman menjelaskan, yang menjadi persoalan bagi pemilih cerdas itu, karena para calon yang akan dipilih tidak ada yang bagus dan berkualitas. Faktor inilah yang membuat caleg-caleg berkualitas menjadi tersingkir dari arena politik. “Orang-orang yang baru datang di partai dan memiliki banyak uang menjadi terpilih di DPR, dan justru yang berkualitas malah tersingkirkan karena tidak memiliki uang,” jelasnya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved