http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Hak Pemilih 1200 Responden dengan MoE 2,83 Persen

Lacakindonesia.com, Jakarta, 23 Desember 2013

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Pengamat Politik Charta Politika Junarto Wijaya mengatakan, populasi survei bagi seluruh warga Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilu sebesar 1200 responden dengan margin of error (MoE) sebesar lebih kurang 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Selain itu, semple dipilih sepenuhnya secara acak (Probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sample acak bertingkat (Multistage random sampling) dengan memperhatikan karakter urban atau rural dan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap propinsi.

Sedangkan unit sampling primer survei (PSU) adalah desa atau kelurahan dengan jumlah sample masing masing 10 orang pada setiap PSU yang berjumlah 120 desa atau kelurahan yang tersebar secara proporsional. Sementara quality control hasil wawancara yang dipilih secara random sebesar 20 persen dari total sample dengan menandatangani kembali responden terpilih.

"Sedangkan temuan utama survei adalah menguatnya gejala personalisasi ditingkat partai politik. Parpol cenderung hanya jadi fans club. Dan fenomena "demokrasi kultus" menelusuri melalui alasan dan pertimbangan masyarakat dalam memilih pada pemilu 2014 mendatang," ujar Juniarto Wijaya Pengamat Politik Charta Politika dalam Dialog Kenegaraan Refleksi Akhir Tahun 2013 bertajuk "Meneropong Pemilu 2014 Berdasarkan Survei" di Press Room DPR RI Jakarta, Senin (23/12/2013).

Menurut Juniarto, ketika survei dilakukan, PDI Perjuangan berhasil menempati posisi teratas dengan elektabilitas 15,8 persen. Disusul Golkar 12,6 persen, Gerindra 7,8 persen, Demokrat 7,4 persen, PKB 5,9 persenn PAN 4,4 persen, Hanura 4,1 persen, Nasdem. 3,9 persen, PKS 3,8 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen dan tahu maupun tidak tahu atau menjawab 29,7 persen.

Juniarto menambahkan, saat survei dilakukan 38,1 persen yang memilih PDIP mengaku memilih partai tersebut tertarik dengan figur Joko Widodo (Jokowi). Sementara Gerindra 55, 4 persen tertarik figur Probowo Subianto. 39,4 persen pemilih Demokrat tertarik figur Susilo Bambang Yudhoyono. 32,1 persen pemilih PAN tertarik figur Amin Rais dan 42 persen pemilih Hanura tertarik figur Wiranto, 41 persen pemilih Nasdem tertarik figur Surya Paloh dan 40 persen pemilih PKPI tertarik figur Sutiyoso.

Lebih jauh Juniarto mengatakan, dari hasil survei ditemukan alasan dari pemilih Golkar 29 persen mengaku karena sudah terbiasa memilih partai tersebut. Sementara 40,8 persen pemilih PKB mengaku memilih PKB karena beranggapan mewakili aspirasi Nahdlatul Ulama dan 37 persen pemilih PPP menganggap PPP mewakili aspirasi umat Islam begitupun 45,8 persen dan 66,6 persen memilih PKS dan PBB menganggap PKS dan PBB mewakili aspirasi umat Islam.

"Jadi kesimpulan yang ditemukan ada 4 partai Islam yang tidak memiliki tokoh sebagai magnet electoral (krisis figur)," katanya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2013,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved