http://www.lacakindonesia.com

 

Ardhiman T.A,

Dirut PT Latinusa Tbk

 

Capex Latinusa US$751 Ribu

Lacakindonesia.com, Jakarta, 26 Maret 2014

Liputan: Amroni / Siska Kartika

Keterangan gambar:

Jajaran Direksi PT Latinusa Tbk, memberikan keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Latinusa Tbk, di Jakarta, Rabu (26/3/2014). Dari kiri ke kanan: Direktur Keuangan, Slamet Gunawan, Direktur Utama, Ardhiman T.A, dan Direktur Komersial, R. Suprapto Indoprayitno

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa/NIKL) di tahun 2014 ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$751 ribu, naik sedikit dari realisasi tahun sebelumnya sebesar US$743 ribu.

"Sebesar US$ 590 ribu untuk pelengkapan mesin dan instalasi pabrik dan sedangkan untuk perlengkapan peralatan kantor itu kita siapkan dana US$161 ribu," kata Slamet Gunawan Direktur Keuangan Latinusa seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Menurut Slamet, dana tersebut semuanya bersumber dari kas internal tanpa pinjaman perbankan. "Semua dari kas internal kita," ucapnya.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, perseroan tahun ini akan memfokuskan penjualan pada industri makanan. Selain itu, perseroan juga berupaya untuk terus meningkatkan kualitas produksinya memenuhi standar dunia, khususnya untuk food grade. Sedangkan di luar industri makanan, perseroan juga telah melirik ke industri lainnya, seperti industri baterai kering, yang membutuhkan tinplat dengan spesifikasi khusus dan cukup sulit produksinya, jelas Slamet.

Sementara itu Direktur Utama Latinusa, Ardhiman T.A mengatakan perseroannya siap menguasai pangsa pasar kaleng (tinplate) domestik seiring telah disetujuinya petisi anti dumping produk tersebut oleh pemerintah pada pertengahan Januari 2014 lalu.

"Mulai berlaku biaya anti dumping, mudah-mudah sekarang sudah efektif dan kami optimistis dapat meningkatkan penjualan ke depan serta menguasi pasar domestik," kata Ardhiman.

Sedangkan Direktur Komersial Latinusa, R. Suprapto Indoprayitno menjelaskan saat ini produksi tinplate perseroan baru mencapai 145 ribu ton dan akan ditingkatkan kapasitasnya.

"Untuk mengejar target pangsa pasar yang lebih besar dari saat ini sebesar 63 persen, sehingga kita akan tingkatkan utilisasi pabrik hingga 100 persen pada tahun ini, ujar Suprapto.

Ditambahkannya, dengan adanya langkah disetujuinya petisi anti dumping tersebut tentunya dapat menahan gempuran produk tinplate lain yang berasal dari Korea Selatan, Taiwan dan Tiongkok.

Adapun hasil revamping telah mendorong kemampuan perseroan untuk menghasilkan produk tinplate dengan kualitas yang lebih tinggi dan daya saing yang lebih unggul, baik dalam harga jual maupun kualitas produk dalam menghadapi tantangan kompetisi yang lebih baik intensif dengan produk impor.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, konsumsi nasional terhadap tinplate diperkirakan juga akan mengalami peningkatan jika dilihat dari segmen pasar terutama dari industri makanan seperti, susu, biskuit, permen, dan juga kemasan untuk cat, papar Suprapto.


< HALAMAN MUKA >

Slamet Gunawan

Dir Keuangan PT Latinusa Tbk

R. Suprapto Indoprayitno

Dir Komersial PT Latinusa Tbk

Copyright @ 2014,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved