http://www.lacakindonesia.com

 

Pongsak Thongampai

Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk

ITM Bagi Dividen Rp1.989 per Saham

Lacakindonesia.com, Jakarta, 2 April 2014

Liputan: Amroni / Siska Kartika

Keterangan gambar:

Jajaran Direksi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) saat akan menggelar konprensi pers usai rapat umum pemegang saham di hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu (2/4/2014). Dari kiri ke kanan: Leksono Poeranto (Direktur), Hartono Wijaya (Direktur), Pongsak Thongampai (Direktur Utama), dan Edward Manurung (Direktur)

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) disepakati untuk membagikan dividen sebesar 195 juta dolar AS atau sekitar 85 persen dari laba bersih tahun buku 2013 senilai 230 juta dolar AS.

"Dividen yang dibagikan setara dengan Rp 1.989 per lembar saham yang akan dibagikan pada 14 Mei 2014 mendatang, kata Direktur Keuangan ITM Edward Manurung usai RUPS di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Edward mengatakan bahwa sepanjang tahun 2013, perseroan mengalami penurunan laba bersih sebesar 47 persen menjadi 230 juta dolar AS dari 432 juta dolar AS pada 2012 disebabkan harga jual rata-rata batu bara yang tertekan.

Adapun, laba bersih tahun lalu sebesar 230 juta dolar AS. Angka itu turun dari tahun sebelumnya 432 juta dolar AS. Turunnya laba bersih karena penjualan bersih ITM yang tercatat menurun menjadi 2,18 miliar dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya senilai 2,44 miliar dolar AS akibat harga batu bara yang terkoreksi.

Di samping itu, beban lain-lain yang dibukukan sepanjang 2013 mengalami kenaikan menjadi 188 juta dolar AS dari tahun sebelumnya senilai 150 juta dolar AS.

Mengingat kondisi tersebut, perseroan pada tahun ini membidik target konservatif. Perseroan mengincar volume produksi tahun ini sebesar 29,5 juta ton. Target tersebut akan dikontribusikan oleh seluruh anak perusahaan perseroan seperti PT Indominco Mandiri sebesar 15,2 juta ton, PT Kitadin-Td. Mayang sebesar 1,8 juta ton dan lain-lain.

Sementara untuk menghadapi harga batu bara yang masih lemah, perseroan akan terus meningkatkan efisiensi dalam strategi manajemen biaya dengan menekan berbagai komponen pengeluaran seperti mengurangi nisbah kupas (stripping ratio), melakukan efisiensi dalam hal logistik, menerapkan berbagai teknik penambangan, dan mengutamakan belanja modal pada proyek-proyek mendesak.

Terkait belanja modal, tahun ini emiten produsen batu bara ini menganggarkan belanja modal sebesar 86 juta dolar AS. Menurut Edward, dana belanja modal yang seluruhnya berasal dari kas internal tersebut akan digunakan perbaikan dan pengembangan proyek-proyek perseroan.


< HALAMAN MUKA >

 

Copyright @ 2014,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved