http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Presiden Terpilih Jangan Berhenti Tengah Jalan

Lacakindonesia.com, Jakarta, 7 April 2014

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Keterangan gambar:

Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli (tengah), Profesor Riset Pusat Peneliti Politik LIPI, Siti Zuhro (kanan) dan Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatulloh, Gun-Gun Heryanto (kiri).

Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli mengatakan, presiden dari partai politik manapun perlu kita dukung, jangan sampai bila sudah terpilih berhenti ditengah jalan. Presiden mendatang diharapkan mempunyai fisik yang kuat, untuk melihat keberbagai daerah, jika daerah itu diterpa musibah bencana alam.

“Memang setiap presiden mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Pengalaman Presiden SBY memperlihatkan rumitnya mengatur negara ini,” ujar Melani Leimena Suharli dalam Dialog Pilar Negara bertema “Menunggu Pemerintahan Ideal Paska Pemilu” di Gedung Perpustakaan MPR-RI Jakarta, Senin (7/04/2014).

Menurut Melai Leimena Suharli, presiden mendatang diharapkan bisa kuat dan mengambil para pembantunya dari partainya sendiri dan tak terlalu banyak mengambil dari partai lain. Selain itu, dalam membentuk kabinet jangan melibatkan banyak partai politik. “Kalau pembantu-pembantu presiden (red-menteri-menteri) berasal dari banyak parpol memperlihatkan sulitnya presiden mengambil sikap. Beda kalau dari parpol sendiri, untuk memecatnya dapat selekasnya,” katanya.

Melani menambahkan, kalau pemerintahan kurang berhasil parpol yang turut mendukung menyalahkan presiden. Namun, kalau pemerintahan sukses parpol lainnya mengatakan mereka juga ada andil disitu.

“Jika pemerintah dianggap gagal, presiden yang disalahkan. Ini perlu untuk dipikirkan ke depan,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto menjelaskan, presiden yang terpilih nanti, diharapkan pemerintahannya tidak terjebak dengan melibatkan banyak parpol. Karena jika banyak melibatkan parpol, sama halnya mengulang yang dilakukan Presiden SBY.

“Dengan melibatkan banyak parpol, awalnya memang terlihat kompak, tapi tahun berikutnya presiden akan direpotkan dengan menteri-menteri dari berbagai parpol tersebut,“ katanya


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2014,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved