http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

MK Diharapkan Mensosialisaikan Perubahan Empat Pilar

Lacakindonesia.com, Jakarta, 11 April 2014

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Keterangan gambar:

Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto (tengah), Wakil ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli (kiri) dan Wakil Ketua MPR-RI, Hajriyanto Thohari (kanan).

Pimpinan MPR RI meminta Mahkamah Konstitusi (MK) turut serta mensosialisasikan putusannya tentang perubahan nama frasa Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara kepada masyarakat.

"Putusan MK itu membatalkan nama frasanya, tapi bukan membatalkan substansinya," ujar Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari saat jumpa pers di Press Room DPR-RI Jakarta, Jumat (11/04/2014).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto dan Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli.

Menurut Hajriyanto, substansi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara masih tetap yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun sayangnya pandangan di masyarakat bermacam-macam, bahkan ada masyarakat yang mengingatkan pimpinan MPR RI bahwa sosialisasi empat pilar sudah tidak sah.

“Sementara yang dirubah oleh MK hanya frase judulnya yaitu Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang tertuang dalam pasal 34 ayat (3b) huruf a UU No 2 tahun 2011 tentang perubahan Atas UU No 2 tahun 2008 tentang Partai Politik, dinilai bertentangan dengan UUD 1945,” katanya.

Hajriyanto menjelaskan, MPR RI sebagai lembaga negara tentu mematuhi putusan MK. Selain itu, MK diminta turut serta melakukan sosialisasi tentang perubahan ini pada masyarakat, agar memiliki pemahaman yang sama.

“MPR RI sudah mensosialisasi Empat Pilar sejak 2010. Hampir empat tahun mensosialisaikan Empat Pilar yang sudah populer dimasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR-RI Melani Leimena Suharli mengatakan, sangat menyayangkan putusan MK yang menghapus frasa Empat Pilar Kebangsaan dan Bernegara. Namun MPR tetap menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat. Tapi MPR akan tetap mensosialisasikan nilai-nilai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dengan melakukan perubahan istilah empat pilar.

“Nilai-nilai dari keempat pilar tersebut sangat baik buat kehidupan berbangsa dan bernegara walau masyarakat awam masih kurang mengetahui mengenai nilai-nilai tersebut,” katanya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2014,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved