http://www.lacakindonesia.com

 

Gedung DPR/MPR RI Jakarta

 

Putusan MK Batalkan Frasa Nama, Bukan Substansi

Lacakindonesia.com, Jakarta, 14 April 2014

Liputan: Oktavip Iskandar Hamdi

Keterangan gambar:

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid (tengah), Ketua PB NU, Slamet Effedy Yusuf (kiri), Budayawan UI, Radhan Panca Dahana (kanan).

Wakil Ketua MPR-RI, Ahmad Farhan Hamid menyatakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempersoalkan nama Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara hanya membatalkan frasa nama, namun bukan substansinya.

"Empat Pilar itu hanya nama kemasan supaya pupuler dan mudah diingat oleh masyarakat. Namun yang utama buat MPR adalah substansinya bagaimana monyosialisasikan nasionalisme kepada masyarakat," ujar Ahmad Farhan Hamid dalam Dialog Pilar Negara bertema “Empat Pilar Pasca Putusan MK" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (14/04/2014).

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, mantan anggota DPR RI Slamet Effendy Yusuf dan Budayawan Radhar Panca Dahana.

Menurut Ahmad Farhan Hamid, MPR menyosialisasikan Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Di mana agar bangsa Indonesia lebih memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Di dalam APBN tidak ada nomenklatur Empat Pilar, sehingga Walaupun MK membatalkan frasa nama Empat Pilar, namun substansinya tidak dibatalkan," katanya.

Sementara itu, Budayawan Radhar Panca Dahana mempertanyakan, putusan MK yang membatalkan nama frasa Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

"Kalau MK membuat putusan soal frasa nama Empat Pilar, itu artinya sama saja MK menempatkan diri seperti lembaga bahasa," tandasnya.

Radhar Panca Dahana menambahkan, MPR sebagai lembaga negara pemegang mandat rakyat adalah penafsir tertinggi konstitusi. Tapi, program MPR menyosialisasikan empat prinsip bernegara, namun dibatalkan oleh MK.

"Putusan MK ini terasa aneh," katanya.

Selain itu, kata Rahdar menjelaskan, MPR hanya tinggal mengganti nama Empat Pilar, walau perlu waktu untuk menyepakati bersama nama program tersebut.

”MPR tinggal mencari ganti nama Emapat Pilar,” pungkasnya.


< HALAMAN MUKA >

Copyright @ 2014,  LACAKINDONESIA.COM, All rights reserved